Katanya investasi itu hanya untuk orang yang uangnya sudah berlebihan dan nggak tahu mau dipakai apa. Kalau sekarang hidupmu masih pas-pasan, ya sudah, cari uang dulu yang banyak. Nanti kalau sudah kaya, mulai deh investasi sambil bersantai di rumah. Padahal investasi adalah sesuatu yang bisa berguna di masa depan, bukan sesuatu yang baru kita lakukan di masa depan.
Aku udah punya tabungan kok. Kalau didiamkan di bank lama-lama jadi banyak juga kan?
Ya memang, tabungan akan menyelamatkanmu bila ada kebutuhan mendadak di masa depan. Tabungan juga bisa berbunga. Tapi Indonesia punya pertumbuhan inflasi yang lumayan tinggi. Bila kamu menabung di bank dengan suku bunga 3%, sementara misalnya inflasi mencari 5%, ini artinya kamu rugi 2%. Karena inilah, orang-orang beralih pada investasi yang menawarkan keuntungan untuk mengatasi inflasi. Daripada uangmu dibiarkan mengendap, atau habis tanpa kamu tahu ke mana larinya, lebih baik kamu putar supaya dapat keuntungan.
Biar tetap punya pegangan masa depan walau gaji masih pas-pasan, Hipwee memberikanmu panduan agar cerdas dan cermat memilih investasi. Selamat membaca!

1. Usia muda dan belum banyak tanggungan justru saat yang tepat untuk memulai. Jadi, mulai dari hari ini!


Jangan ditunda lagi!
Seringnya kita merasa bahwa usia yang masih muda belum saatnya investasi ini dan itu. Gaji saja belum seberapa, untuk makan sehari-hari dan senang-senang sedikit juga sudah nggak bersisa. Pendapat ini jelas-jelas salah. Kalau kamu sudah berkeluarga nanti, kebutuhanmu justru semakin banyak. Iya memang, bisa jadi pendapatan lebih besar. Tapi pengeluaran juga sama besarnya. Jadi mumpung masih muda, belum ada tanggungan selain diri sendiri, jangan ditunda lagi. Inilah saatnya!

2. Perhatikan tujuan dari investasimu. Jangka panjang atau jangka pendek? Untuk dana pensiun atau dana pernikahan?


Apa tujuan investasimu? 
Tujuan dari investasimu haruslah jelas sejak awal. Biasanya, investasi memang untuk jangka panjang. Tapi nggak menutup kemungkinan juga untuk jangka pendek, misalnya untuk persiapan nikahan 3-5 tahun ke depan. Bentuk investasimu sangatlah penting diperhatikan. Bila tujuanmu adalah investasi jangka panjang, maka fokuslah ke sana. Jangan tergoda untuk berhenti di tengah jalan saat kondisi sedikit goyang.

3. Pisahkan tabungan dan investasi. Jangan pakai uang yang akan segera kamu butuhkan minimal untuk 1 tahun ke depan


pisahkan dana investasi
Meski mirip, investasi berbeda dengan tabungan. Uangmu yang disimpan di bank dalam bentuk tabungan itu tidak akan menghasilkan apa-apa, selain nominal yang kamu setor di awal. Mungkin hanya ditambah sedikit bunga. Sementara investasi bisa memberikan keuntungan yang cukup tinggi asalkan kamu sabar dengan segala naik turunnya. Karena investasi biasanya jangka panjang, jangan menggunakan uang yang mungkin segera kamu butuhkan. Minimal satu tahun dari sekarang, uang yang kamu investasikan sebaiknya kamu anggap nggak pernah ada.

4. Investasi banyak macamnya. Penting untuk menyesuaikan dengan gaji dan dana yang kamu punya



Dana investasi dalam satuan dollar 
Macam investasi ada banyak. Mulai dari investasi reksadana, saham online, trading forex, logam mulia, sampai investasi property. Masing-masing investasi punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Pilihan investasi juga harus dilihat dari kemampuan yang kini kamu punya. Bila gajimu masih gaji freshgraduate yang di bawah 4 juta, investasi saham perusahaan (yang dibeli melalui bursa efek) dan trading forex mungkin tidak cocok untukmu karena modalnya cukup besar dan risikonya juga cukup tinggi. Meski keuntungannya juga tinggi, namun investasi ini butuh pengalaman dan jam terbang tinggi.

5. Setiap investasi pasti memiliki risiko kegagalan. Tapi risiko dapat diperkecil dengan mempelajari pasar


Risiko investasi 

Ini yang harus kamu tanamkan dalam pikiran. Berbeda dengan tabungan, investasi punya dua kemungkinan. Dan risiko kegagalan itu pasti ada, karena kita tidak pernah bisa memprediksi kondisi pasar. Karena itu mempelajari kondisi pasar secara cermat akan sangat membantu. Ketika kamu akan berinvestasi pada suatu perusahaan, teliti dulu bagaimana kondisi perusahaan itu. Apakah prospek ke depannya bagus? Apakah punya banyak hutang? Tergesa-gesa meletakan dana investasi pada perusahaan yang tidak sehat risikonya juga semakin besar.
Label:

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.